Kalender Akademik Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang Tahun 2010
Tanggal
1-12 Februari Heregristrasi
5 Februari Pengumuman Jadwal Kuliah
12-17 Februari Pengambilan FRS
16-18 Februari Perwalian dan Pengambilan HSS
22 Februari Pendaftaran Mata Kuliah
24-26 Februari Pengumuman Daftar KST
1 Maret Kuliah Umum
Sabtu, 23 Januari 2010
Jumat, 22 Januari 2010
Karakteristik Agama Islam
Karakteristik Agama Islam
Secara garis besarnya islam mengajarkan pada umatnya untuk bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan kehendak, dan saling menghargai. Karena dalam pluralitas setiap agama terdapat kesamaan yaitu pengabdian kepada Tuhan walaupun dengan cara yang berbeda asalkan tidak menyimpang dari ajaran agama tersebut.
Sebagai agama yang sempurna dan mendapat ridlo dari Allah, Islam mempunyai karakteristik khas yang membedakan agama islam dengan agama-agama lain .Karakteristik islam dapat dikenali melalui konsepsinya dalam berbagai bidang, diantaranya:
1.Karakteristik dalam bidang Agama
Selain mengakui pluralisme sebagai suatu kenyataaan, islam juga mengakui adanya universalisme, yakni menagajarkan keimanan kepada Allah dan hari akhir, berbuat baik dan mengajak pada keselamatan.
2. Karakteristik dalam Ibadah
Dapat dilihat dari adanya muamalah, yaitu setiap perbuatan baik yang dilakukan adalah semata-mata karena Allah,sehingga setiap langkah yang dilakukan oleh umat islam bukan karena terpaksa tetapi dilakukan secara ikhlas dan mengharap ridlo-Nya.
3. Karakteristik dalam bidang Aqidah
Keyakinan yang dimiliki bukan hanya di hati semata, tetapi juga direfleksikan dalam perbuatan nyata.misalnya iman kepada Allah.
4. Karakteristik dalam bidang Pendidikan, Ilmu, dan Kebudayaan
Islam bersifat terbuka dan akomodatif, tetapi selektif dalam menerima ilmu dan kebudayaan dari luar. Islam juga mewajbkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu sejak lahir hingga ke liang lahat dan tidak membatasi sejauh mana jarak keberadaan ilmu tersebut.
5.Karakteristik dalam bidang Sosial
Dalam islam ajaran untuk berbuat sosial sangat menonjol, bahkan senantiasa mengiringi pada ibadah-ibadah lain.misalnya sholat sangat dianjurkan berjamah untuk mempererat tali persaudaraan, keringanan bagi yang tidak mampu melaksanakan puasa dengan membayar fidyah, ibadah qurban dan zakat untuk meringankan beban fakir miskin agar terjalin silaturrohim antara yang kaya dan miskin atau agar tidak ada jurang pemisah antara keduanya karna tidak ada perbedaan di hadapan Allah SWT kecuali ketaqwaannya.
Secara garis besarnya islam mengajarkan pada umatnya untuk bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan kehendak, dan saling menghargai. Karena dalam pluralitas setiap agama terdapat kesamaan yaitu pengabdian kepada Tuhan walaupun dengan cara yang berbeda asalkan tidak menyimpang dari ajaran agama tersebut.
Sebagai agama yang sempurna dan mendapat ridlo dari Allah, Islam mempunyai karakteristik khas yang membedakan agama islam dengan agama-agama lain .Karakteristik islam dapat dikenali melalui konsepsinya dalam berbagai bidang, diantaranya:
1.Karakteristik dalam bidang Agama
Selain mengakui pluralisme sebagai suatu kenyataaan, islam juga mengakui adanya universalisme, yakni menagajarkan keimanan kepada Allah dan hari akhir, berbuat baik dan mengajak pada keselamatan.
2. Karakteristik dalam Ibadah
Dapat dilihat dari adanya muamalah, yaitu setiap perbuatan baik yang dilakukan adalah semata-mata karena Allah,sehingga setiap langkah yang dilakukan oleh umat islam bukan karena terpaksa tetapi dilakukan secara ikhlas dan mengharap ridlo-Nya.
3. Karakteristik dalam bidang Aqidah
Keyakinan yang dimiliki bukan hanya di hati semata, tetapi juga direfleksikan dalam perbuatan nyata.misalnya iman kepada Allah.
4. Karakteristik dalam bidang Pendidikan, Ilmu, dan Kebudayaan
Islam bersifat terbuka dan akomodatif, tetapi selektif dalam menerima ilmu dan kebudayaan dari luar. Islam juga mewajbkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu sejak lahir hingga ke liang lahat dan tidak membatasi sejauh mana jarak keberadaan ilmu tersebut.
5.Karakteristik dalam bidang Sosial
Dalam islam ajaran untuk berbuat sosial sangat menonjol, bahkan senantiasa mengiringi pada ibadah-ibadah lain.misalnya sholat sangat dianjurkan berjamah untuk mempererat tali persaudaraan, keringanan bagi yang tidak mampu melaksanakan puasa dengan membayar fidyah, ibadah qurban dan zakat untuk meringankan beban fakir miskin agar terjalin silaturrohim antara yang kaya dan miskin atau agar tidak ada jurang pemisah antara keduanya karna tidak ada perbedaan di hadapan Allah SWT kecuali ketaqwaannya.
Ilmu Tajwid
Al Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Alllah SWT kepada nabi Muhammad SAW sebagai pegangan dan pedoman hidup bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan dan merupakan sumber hukum Islam yang pertama. Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk membaca dan mempelajari Al Qur’an, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Untuk dapat membaca Al Qur’an secara baik dan benar, maka dibutuhkan suatu metode atau ilmu yang disebut dengan Ilmu Tajwid.
Ilmu tajwid ini, membahas semua tentang tata cara membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Ilmu ini antara lain mempelajari tentang tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyyah atau lebih dikenal dengan makhorijul huruf, hukum bacaan nun mati, hukum bacaan mim mati, bacaan mad dan waqof, juga bacaan ghorib atau bacaan yang asing di dalam Al Qur’an.
Ilmu tajwid ini, membahas semua tentang tata cara membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Ilmu ini antara lain mempelajari tentang tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyyah atau lebih dikenal dengan makhorijul huruf, hukum bacaan nun mati, hukum bacaan mim mati, bacaan mad dan waqof, juga bacaan ghorib atau bacaan yang asing di dalam Al Qur’an.
Golongan Darah Sistem Rhesus
Jenis penggolongan darah lain, selain dengan sistem ABO adalah Sistem Rhesus. sistem ini cukup dikenal yaitu dengan pemanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Macacca rhesus (di India) yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner.
Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.
Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu:
1. Rhesus POSITIF
2. Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-)
Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor Rhesus (bayi Rh+ dan ibu Rh-). Gejala penyakit ditemukan oleh Levine.
Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).
Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.
Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu:
1. Rhesus POSITIF
2. Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-)
Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor Rhesus (bayi Rh+ dan ibu Rh-). Gejala penyakit ditemukan oleh Levine.
Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).
Kamis, 21 Januari 2010
Pengertian Islam
Pengertian Islam
Secara etimologi, Islam berasal dari bahasa arab yaitu kata Salima (سلم) yang mempunyai arti selamat, kemudian kata salima ini diikutkan wazan af ala (افعل) menjadi kata aslama (اسلم) ,masdar dari kata tersebut adalah islaman (اسلاما) yang mempunyai arti penyerahan diri,atau menyerahkan diri. Kata al-muslimun adalah bentuk jamak dari kata al-muslim dengan memberi kasroh pada huruf lam, berarti orang yang menisbatkan diri kepada Dinul Islam yang di bawa Nabi Muhammad SAW dari Robb-nya dengan jalan wahyu.
Lafal aslama ar-rajulu berarti seseorang masuk islam dan menjadi muslim. Sedangkan lafal Islam bermakna melahirkan ketundukan dan menerima ajaran yang dib aw Nabi Muhammad SAW. Bila proses lahirnya ketundukan dan penerimaan ini disertai dengan I’tikad (keyakinan) dan pembenahan hati, maka hal ini disebut iman.
Sedangkan secara istilah pengertian Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril dengan tujuan agar manusia patuh dan tunduk kepada-Nya serta agar manusia dapat memperoleh kesejahteraan di dunia maupun di akherat, serta agar manusia beribadah kepada-Nya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan berdasarkan Al qur’an dan sunnah nabi.
Pengertian diatas memberikan pandangan yang mendasar bahwa islam adalah agama yang mengatur manusia didunia ini dalam segala hal, baik dari segi peribadatan yakni: hubungan manusia dengan sang Kholiq, maupun dari segi kehidupan sosial yakni: hubungan manusia dengan manusia lain dalam kehidupan sehari-hari.
Agama islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang disiarkan dengan dakwah ke seluruh penjuru dunia ini, memberikan pertanda bahwa islam diperuntukkan bagi semua manusia yang ada di muka bumi ini. Kesempurnaan dan kecocokan ajaran islam dalam kehidupan manusia baik kehidupan masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang jelas memberikan pandangan yang luas kepada manusia bahwa islam mempunyai konsepsi yang matang, terarah, dan sesuai dengan perkembangan zaman yang sebagian besar ditandai dengan akselerasi peradaban, rekayasa industri dan teknologi.
Islam memberikan pandangan hidup yang kokoh dan luas. Islam merupakan agama yang benar-benar mengarahkan manusia untuk menjadi makhluk yang kreatif dan dinamis, dengan penuh dinamika berfikir. Kedinamisan manusia untuk berfikir dalam islam sangat dihargai dan dibutuhkan selama pemikiran tersebut tidak menyimpang dari ajaran islam serta norma-norma yang terkandung didalamnya. manusia diciptakan oleh Allah dengan kewajiban mengabdi secara ikhlas dan sesuai dengan yang disyariatkan agar mendapatkan ridlo-Nya.
Pada dasarnya hakekat islam adalah agama yang memberikan dasar-dasar rohaniyah kepada manusia agar manusia betul-betul mengapdi kepada Allah SWT dengan tidak melupakan masalah duniawi dalam kehidupan masyarakat. Agama islam tidak hanya memberikan kesejahteraan dan kenyamanan bagi orang-orang yang memeluknya saja, akan tetapi agama islam juga memberikan kesejahteraan bagi orang yang tidak memeluk agama islam karena islam menjunjung tinggi hak seseoarang yang tidak memeluk agama islam meskipun meraka hidup di lingkungan pemeluk agama islam. Islam mengatur tata cara hidup manusia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal terkecil dan sepele seperti melepas baju, memakai baju, masuk ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi hingga urusan yang besar seperti pemerintahan semuanya diatur dalam islam sebagai salah satu wujud dari rohmattan lil alamin.
Dewasa ini, banyak pemikiran negara-negara barat yang sudah menjamur dalam masyarakat bahwa islam identik dengan terorisme dan kekerasan. Mereka menganggap orang-orang yang berpegang teguh terhadap ajaran islam sebagai musuh yang harus dimusnahkan dari muka bumi dengan alasan yang sangat tidak relevan sehingga terbangun sebuah anggapan pada muslim yang hanya ikut-ikutan dan yang berpengetahuan terbatas, bahwa orang yang berpegang teguh pada ajaran islam harus dijauhi dan dimusuhi. Padahal apabila orang muslim menjalankan ajaran islam dengan bersungguh-sungguh, tidak sebatas omongan saja, maka akan membawa pada kesejahteraan seperti pada zaman Rosulullah SAW, para Khulfaur rasyidin, serta para kholifah sesudahnya yang mampu membawa islam mencapai kejayaan.
Secara etimologi, Islam berasal dari bahasa arab yaitu kata Salima (سلم) yang mempunyai arti selamat, kemudian kata salima ini diikutkan wazan af ala (افعل) menjadi kata aslama (اسلم) ,masdar dari kata tersebut adalah islaman (اسلاما) yang mempunyai arti penyerahan diri,atau menyerahkan diri. Kata al-muslimun adalah bentuk jamak dari kata al-muslim dengan memberi kasroh pada huruf lam, berarti orang yang menisbatkan diri kepada Dinul Islam yang di bawa Nabi Muhammad SAW dari Robb-nya dengan jalan wahyu.
Lafal aslama ar-rajulu berarti seseorang masuk islam dan menjadi muslim. Sedangkan lafal Islam bermakna melahirkan ketundukan dan menerima ajaran yang dib aw Nabi Muhammad SAW. Bila proses lahirnya ketundukan dan penerimaan ini disertai dengan I’tikad (keyakinan) dan pembenahan hati, maka hal ini disebut iman.
Sedangkan secara istilah pengertian Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril dengan tujuan agar manusia patuh dan tunduk kepada-Nya serta agar manusia dapat memperoleh kesejahteraan di dunia maupun di akherat, serta agar manusia beribadah kepada-Nya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan berdasarkan Al qur’an dan sunnah nabi.
Pengertian diatas memberikan pandangan yang mendasar bahwa islam adalah agama yang mengatur manusia didunia ini dalam segala hal, baik dari segi peribadatan yakni: hubungan manusia dengan sang Kholiq, maupun dari segi kehidupan sosial yakni: hubungan manusia dengan manusia lain dalam kehidupan sehari-hari.
Agama islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang disiarkan dengan dakwah ke seluruh penjuru dunia ini, memberikan pertanda bahwa islam diperuntukkan bagi semua manusia yang ada di muka bumi ini. Kesempurnaan dan kecocokan ajaran islam dalam kehidupan manusia baik kehidupan masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang jelas memberikan pandangan yang luas kepada manusia bahwa islam mempunyai konsepsi yang matang, terarah, dan sesuai dengan perkembangan zaman yang sebagian besar ditandai dengan akselerasi peradaban, rekayasa industri dan teknologi.
Islam memberikan pandangan hidup yang kokoh dan luas. Islam merupakan agama yang benar-benar mengarahkan manusia untuk menjadi makhluk yang kreatif dan dinamis, dengan penuh dinamika berfikir. Kedinamisan manusia untuk berfikir dalam islam sangat dihargai dan dibutuhkan selama pemikiran tersebut tidak menyimpang dari ajaran islam serta norma-norma yang terkandung didalamnya. manusia diciptakan oleh Allah dengan kewajiban mengabdi secara ikhlas dan sesuai dengan yang disyariatkan agar mendapatkan ridlo-Nya.
Pada dasarnya hakekat islam adalah agama yang memberikan dasar-dasar rohaniyah kepada manusia agar manusia betul-betul mengapdi kepada Allah SWT dengan tidak melupakan masalah duniawi dalam kehidupan masyarakat. Agama islam tidak hanya memberikan kesejahteraan dan kenyamanan bagi orang-orang yang memeluknya saja, akan tetapi agama islam juga memberikan kesejahteraan bagi orang yang tidak memeluk agama islam karena islam menjunjung tinggi hak seseoarang yang tidak memeluk agama islam meskipun meraka hidup di lingkungan pemeluk agama islam. Islam mengatur tata cara hidup manusia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal terkecil dan sepele seperti melepas baju, memakai baju, masuk ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi hingga urusan yang besar seperti pemerintahan semuanya diatur dalam islam sebagai salah satu wujud dari rohmattan lil alamin.
Dewasa ini, banyak pemikiran negara-negara barat yang sudah menjamur dalam masyarakat bahwa islam identik dengan terorisme dan kekerasan. Mereka menganggap orang-orang yang berpegang teguh terhadap ajaran islam sebagai musuh yang harus dimusnahkan dari muka bumi dengan alasan yang sangat tidak relevan sehingga terbangun sebuah anggapan pada muslim yang hanya ikut-ikutan dan yang berpengetahuan terbatas, bahwa orang yang berpegang teguh pada ajaran islam harus dijauhi dan dimusuhi. Padahal apabila orang muslim menjalankan ajaran islam dengan bersungguh-sungguh, tidak sebatas omongan saja, maka akan membawa pada kesejahteraan seperti pada zaman Rosulullah SAW, para Khulfaur rasyidin, serta para kholifah sesudahnya yang mampu membawa islam mencapai kejayaan.
Tahukah Anda Tentang Golongan Darah Anda ?
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan abo dan rhesus (faktor rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen abo dan rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Perubahan Sosial di Masa Umar bin Khattab
A. Perubahan Sosial yang terjadi di masa kekhalifahan umar ibn khattab
Selama masa pemerintahan Beliau selama 10 tahun banyak sekali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Beliau dalam memajukan agama Islam, antara lain :
1. Perluasan wilayah Islam hingga ke Eropa dan sebagian Asia.
2. Pembentukan Majlis Syura’ untuk musyawarah umat Islam
3. Penetapan bea cukai terhadap bangsa non-Islam sebesar 10 %, 5 % untuk kafir dzimmi, dan 2,5 % untuk orang Islam dari barang dagangan.
4. Pendirian Baitul Mall dan pembukuan anggaran Negara.
5. Pembuatan dan penetapan tahun Hijriyyah.
Selama masa pemerintahan Beliau selama 10 tahun banyak sekali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Beliau dalam memajukan agama Islam, antara lain :
1. Perluasan wilayah Islam hingga ke Eropa dan sebagian Asia.
2. Pembentukan Majlis Syura’ untuk musyawarah umat Islam
3. Penetapan bea cukai terhadap bangsa non-Islam sebesar 10 %, 5 % untuk kafir dzimmi, dan 2,5 % untuk orang Islam dari barang dagangan.
4. Pendirian Baitul Mall dan pembukuan anggaran Negara.
5. Pembuatan dan penetapan tahun Hijriyyah.
Langganan:
Postingan (Atom)
